Sunday, 25 August, 2019

Djarot : Jokowi Akan Figur Yang Tepat Untuk Kabinet Periode Keduanya


Djarot : Jokowi Akan Figur Yang Tepat Untuk Kabinet Periode Keduanya

Politisi PDI-P yang juga sekaligus anggota DPR terpilih 2019-2024, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa dirinya tidak ambil pusin penyusunan kabinet dan figur-figur yang akan dipilih untuk menempati posisi menteri. Dirinya beranggapan bahwa hal tersebut merupakan mutlak kewenangan dari Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Jokowi akan memilih menteri yang tentunya menguasai bidangnya sehingga dapat memaksimalkan kinerja pemerintahan Jokowi di periode kedua ini. Hal ini bertujuan agar terdapat peninggalan warisan yang baik selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi.

Djarot : Jokowi Akan Figur Yang Tepat Untuk Kabinet Periode Keduanya

“Tahun 2024 tentunya Pak Jokowi sudah tidak bisa maju lagi karena pembatasan jabatan presiden sesuai dengan amanat konstitusi. Ini berarti beliau akan fokus bekerja sehingga dapat meninggalkan legacy yang baik untuk generasi berikutnya,” jelasnya di Universitas Brawijaya ketika menghadiri Munas ke-IX Alumni Universitas Brawijaya.

“Untuk mencapai hal tersebut pastinya beliau akan memilih figur yang cepat dalam mengeksekusi program pemerintah, memiliki kemampuan manajerial yang baik, berintegritas dan pastinya bersih dari korupsi. Tidak lupa juga figur tersebut harus benar-benar Pancasilais sejati,” tambahnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menganggap bahwa Jokowi pada periode kedua ini kemungkinan akan lebih berani dalam memilih menteri yang akan duduk dikabinet karena Jokowi sudah tidak memiliki beban pada periode kedua ini.

“Saya pikir Presiden akan semakin berani dalam mengeksekusi program, melakukan reshuffle pada pos yang tidak bekerja dengan baik walaupun merupakan kader salah satu partai politik pendukung pemerintah karena beban beliau di periode kedua ini sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Djarot mengatakan bahwa hingga saat ini internal PDI-P belum membahas menteri dari partai pemenang pemilu tersebut walaupun beberapa partai sudah secara terang-terangan berbicara jatah menteri.

“Biarkanlah, itukan hak tiap partai. Mau 10 menteri, 12 menteri atau semua menteri mau mereka isi juga terserah. Intinya kan yang menentukan Pak Jokowi,” katanya.

Djarot menambahkan bahwa dirinya tidak setuju dengan wacana menteri muda yang mengisi kabinet seperti di Malaysia yang terdapat menteri berusia 20 tahunan. Menurutnya, pemilihan menteri harusnya dilakukan berdasarkan profesionalitas, integritas, kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan presiden.

Menurutnya, saat ini banyak figur muda yang justru terjerumus kedalam kasus korupsi.

“Itu akan dinilai secara proporsional. Tapi tentunya buka faktor muda atau tua. Penting itu profesional ngak, kompeten ngak, punya integritas gak dan presiden cocok gak,” jelasnya.