Tuesday, 17 September, 2019

Seorang Guru Ngaji Dilaporkan Atas Dugaan Pencabulan


Seorang Guru Ngaji Dilaporkan Atas Dugaan Pencabulan

Seorang guru mengaji di Bandar Lampung dipanggil kepolisian untuk diperiksa atas kasus dugaan pencabulan kepada empat orang muridnya. Di duga masih terdapat korban lain yang lebih banyak dari aksi pencabulan oleh guru mengaji tersebut.

Guru mengaji yang berinisial MY tersebut berasal dari daerah Kelurahan Gulak Galik, Bandar Lampung. Terduga pencabulan dipanggil oleh Polresta Bandar Lampung untuk di periksa minggu lalu.

MY diperiksa atas laporan yang dibuat oleh TD yang merupakan paman dari salah satu korban terduga pencabulan oleh MY, DA (10).

Dalam laporan dengan nomor LP/B/3084/2019/VIII/2019/LPG/RESTA BALAM tersebut, TD menjelaskan bahwa perbuatan terlapor MY telah merugikan korban dengan merusak masa depannya dengan perkara Pasal 82 UU Perlindungan Anak. MY diduga mencabuli DA pada 15 Agustus 2019 lalu.

Seorang Guru Ngaji Dilaporkan Atas Dugaan Pencabulan

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengonfirmasi terdapat laporan atas dugaan pencabulan dibuat oleh TD pada 18 Agustus 2019. Tetapi, pemeriksaan baru dapat dilakukan minggu lalu karena pihak aparat membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti.

“Kami masih mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat dugaan bahwa pelaku ini memang berbuat hal tersebut,” katanya.

Rosef menambahkan kedua belah pihak baik pelapor dan terlapor telah memberikan keterangan. Pelapor TD membenarkan dia telah dipanggil untuk memberikan keterangan oleh kepolisian.

TD mengatakan bahwa terdapat tiga murid mengaj lainnya yang diduga juga menjadi korban dari MY selain keponakannya yaitu SA, KA dan KI. Ketiga korban tersebut merupakan teman mengaji dari DA.

“Harapannya segara dapat ditangkap pelakunya. Kalau korban yang masuk BAP itu ada empat orang akan tetapi yang belum lapor sekitar 20 orang yang saya ketahui,” katanya.

TU, bibi daru SA (7) membenarkan bahwa keponakannya juga diduga menjadi korban pencabulan dari MY. Pencabulan tersebut dilakukan MY ketika SA dan korban lainnya tengah belajar mengaji di rumah terlapor pada pertengahan Agustus 2019.

“Pas malam kejadian tersebut, ada Bhabinkamtibmas juga ketua pemuda setempat telah berkumpul di tempat ketua RT. Dia telah mengaku melakukan hal tersebut dan mengatakan bahwa dirinya khilaf,” kata TU.

TU menambahkan bahwa keponakannya yaitu SA telah divisum di RS Bhayangkara dengan hasil dari visum mengonfirmasi bahwa alat vitas korban telah terluka.