Thursday, 17 October, 2019

Bocah Ini Menang Lomba Lari 10K Secara Tak Sengaja


Kade Lovell, bocah berusia 9 tahun asal St. Cloud menghebohkan jagad dunia maya. Kade menang lomba lari 10 Kilometer (10K) secara tak sengaja.Kade seharusnya mengikuti lomba 5 Kilometer di Sartell, Minnesota, Amerika Serikat, pada Sabtu, 28 September 2019. Tapi, dia terjebak dalam rute yang jauh lebih lama.”Ketika saya mulai berlari, saya biasanya mulai lambat,” kata Kade, dilaporkan, CBS Local, Selasa pagi.Kade menyukai lomba lari sejak kanak-kanak. Di usia 18 bulan dia mengikuti lomba lari pertama berjarak 1 kilometer.” Pada akhirnya di mana kamu harus membalik ada tanda 10K, aku seperti, ‘ini bukan 5K.’ Begitu aku berbalik aku seperti, ibuku berteriak padaku,” kata dia.Kade mengatakan, dia mengikuti lomba dengan rute yang salah. Alih-alih berbelok ke rute 5 kilometer, dia berlari terus lurus dan tak sadar menggandakan rutenya menjadi 10 kilometer.Heather Lovell, ibunda Kade, merasa emosional dengan kemenangan anaknya. Dia awalnya menunggu sang anak menyelesaikan lari 5 kilometer. Bahkan, dia sempat mengira sang anak hilang.” Aku seperti,‘OK, aku seharusnya menemuinya sekarang, tapi aku tidak’,” kata Heather.Heather sempat khawatir karena Kade tak kunjung muncul. Dia menangis. Tapi, begitu mendengar anaknya juara lari 10 kilometer, dia bahagia. Sebab, Kade tidak hanya memenangkan peringkat pertama kejuaraan di kelompok usianya, namun seluruh lomba.” Aku berubah dari panik, gila, gembira, bahagia untuknya,” kata Heather.Kade menyelesaikan lomba 10 kilometer hanya dalam waktu 48 menit. Usia rata-rata pelari yang mencapai garis akhir 10 kilometer yaitu di atas 38 tahun.Para ulama di Tajikistan baru kali ini turut serta dalam sebuah lomba lari yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sehat masyarakat ini. Mereka memutuskan ambil bagian setelah diundang oleh panitia lomba.Ulama yang menjadi pemenang lomba ini adalah Abdulhomid Odilov. Dia mengatakan, setiap muslim harus aktif dan bergaya hidup sehat seperti dalam perlombaan ini. Selain Odilov, ulama lainnya, Saidolim Sharipov, juga memenangkan lomba ini, namun dengan kategori berbeda.