Wednesday, 20 November, 2019

Iklan Ciputra Yang Tawarkan Pantai Pribadi Di Tabanan Di Protes


Iklan Ciputra Yang Tawarkan Pantai Pribadi Di Tabanan Di Protes

Iklan Ciputra Beach Resort yang dijual di Banjar Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali menjadi viral di media sosial. Hal ini dikarenakan villa yang dikembangkan oleh Ciputra tersebut menawarkan fasilitas pantai pribadi sepanjang 1 kilometer untuk penghuni yang tinggal di resort tersebut.

Banyak pihak yang mengkritik pemanfaatan pantai tersebut untuk fasilitas pribadi terlebih di Bali yang dimana pantai dan gunung memiliki keterkaitan degan cara beribadah umat Hindu.

Anggota DPR dari Dapil Bali, Nyoman Parta menyesalkan unggahan iklan tersebut. Menurutnya, dari berbagai aturan dan aspek hukum, pesisir pantai merupakan wilayah yang dikuasai oleh negara dan dijadikan wilayah publik.

Iklan Ciputra Yang Tawarkan Pantai Pribadi Di Tabanan Di Protes

“Jadi tidak boleh dimanfaatkan untuk pribadi apalagi dikuasai oleh pribadi,” kata Patra.

Patra menjelaskan bahwa baik pantai, sungai ataupun gunung sangatlah melekat dalam kegiatan keagamaan dan peribadahan orang Bali sehignga tidak dapat diperjualbelikan.

“Ini mungkin salah satu strategi pemasaran. Orang asing yang tidak tinggal di Bali mungkin menganggap seperti itu karena iklan dituliskan pantai satu KM panjangnya. Dia pikir membeli resort ini berarti pantai itu juga secara otomatis dia beli. Ketika pengembangnya pergi, pembeli ini dibiarkan ribut dengan warga lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Project Manager Ciputra Beach Resort I Wayan Sutama menjelaskan bahwa terdapat kesalahan komunikasi terkait iklan tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa tidak ada instruksi iklan yang juga menjual pantai seperti itu.

“Itu sepertinya kesalahpahaman. Jadi tidak ada komunikasi antara Lamudi dengan manajemen. Intinya dari Ciputra itu tidak ada mengklaim bahwa itu pantai pribadi. Justru kami tengah membangun akses ke pantai untuk umum dan pembeli villa. Kami berusaha bagaimana pantai itu bisa segera ramai karena itu akan mendorong pariwisata di Tabanan dan tentunya resort yang kami bangun karena bisa dimanfaatkan untuk disewakan oleh pembeli kami,” jelasnya.

Sutama menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan teguran supaya ada revisi terhadap iklan tersebut dan tidak lagi mencantumkan pantai privat.

“Kita sudah melakukan teguran secara lisan kemarin dan kami akan pastikan bahwa hal ini tidak akan terjadi kembali,” jelasnya.