Wednesday, 20 November, 2019

Indonesia Tunjuk Lawyer Belgia Untuk Menghadapi Uni Eropa Di WTO


Indonesia Tunjuk Lawyer Belgia Untuk Menghadapi Uni Eropa Di WTO

Indonesia akan mengajukan pemberitahuan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa pada forum WTO mengenai kelapa sawit. Konsultasi ini akan membahas mengenai penolakan dari Uni Eropa untuk produk sawit Indonesia melalui Delegated Regulation yang menjadi turunan dari Renewable Energy Directive II sebagai energi yang terbarukan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa pihaknya akan mengajukan sesi pertemuan bilateral dengan Uni Eropa dengan melampirkan dokumen yang berisi pembelaan Indonesia atas pelarangan yang dianggap diskriminasi ini.

“RED II kita mau melakukan notifikasi ke WTO bahwa kita telah memulai proses konsultasi,” katanya.

Wisnu mengungkapkan bahwa pemberitahuan ini akan dilakukan pada November karena tim dari Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan berkas.

Indonesia Tunjuk Lawyer Belgia Untuk Menghadapi Uni Eropa Di WTO

“Kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu nih. Kita baru melakukan notifikasi ke WTO. Nanti akan kami kirim November untuk berkasnya. Kalau kita mengirim ke sana kita harus yakin terlebih dahulu bahwa kita ingin melakukan konsultasi bilateral,” jelas Wisnu.

“Proses DSB kan pertama bilateral dulu. Waktu mau memulai itu kita kasih tahu bahwa kita mau memulai pembicaraan konsultasi ini,” imbuhnya.

Dalam konsultasi ini, Indonesia akan menyewa jasa firma hukum dari Brussel, Belgia.

“Lawyernya itu satu yang berasal dari luar negeri. Berhubung kita akan beracara di WTO itu ada persyaratannya. Tidak semua lawyer itu dapat beracara di DSB. Lawyer-nya itu berasal dari Brussel,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi melalui Menlu, Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung bertemu dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di Istana Kepresidenan Bogor.

Jokowi menyampaikan bahwa Mark Rutte bahwa Belanda merupakan salah satu mitra yang penting bagi Indoensia di Eropa untuk banyak hal mulai dari perdagangan, investasi hingga pariwisata.

Presiden Jokowi mengharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Belanda untuk membantu Indonesia menghadapi Uni Eropa terkait pelarangan produk sawit. hal tersebut ditulis dalam keterangan pers bersama dengan Mark Rutte.

“Saya menghargai kerja sama yang baru ditandatangani oleh Indonesia dengan Belanda di New York pada September lalu mengenai pengembangkan kapasitas petani sawit untuk dapat menghasilkan kelapa sawit yang baik dan sesuai dengan ketentuan Uni Eropa,” jelas Presiden Jokowi.

Diperlukan peningkatan kerjasama ekonomi dengan mitra di Eropa termasuk salah satunya adalah Belanda sebab situasi ekonomi yang tengah sulit dan cenderung melemah.

“Kami sepakat untuk meningkatkan perdagangan yang baik, terbuka dan fair antar kedua negara terutama ditengah pelemahan ekonomi global,” jelas Jokowi.

Sementara untuk bidang investasi, Jokowi mengajak Belanda untuk meningkatkan kerjasama di bidang infrastruktur berbasis maritim dan pengelolaan air yang menjadi salah satu keunggulan dari Belanda.