Wednesday, 20 November, 2019

Penyakit Tertua di Dunia dengan Gejala seperti Panu, Itulah Kusta


Penyakit terbesar hari ini bukanlah kusta atau TBC, melainkan perasaan tidak diinginkan, tidak diperhatikan, dan ditinggalkan oleh semua orang.Mitos Seperti banyak hal yang tak dipahami dengan baik oleh kebanyakan orang, penyakit kusta dilingkupi banyak mitos.Bila hari ini tiga besar jumlah penderita kusta dunia berada di India, Brasil, dan Indonesia, sejarah membuktikan bahwa kasus kusta tertua ditemukan di Eropa. Rantai penyebarannya pun terlacak dari sana.Jika lepra—sebutan lama untuk kusta—dianggap sebagai penyakit orang miskin, para dokter yang menangani penyakit ini menyatakan bakteri tak pilih kasta. Tak sedikit orang dari kelas menengah bahkan atas yang sebenarnya juga menderita kusta.Jijik, takut, dan enggan, tak dimungkiri menjadi reaksi spontan yang umum ketika sesiapa saja berserobok dengan penderita atau mantan penderita kusta. Yang lebih menjadi masalah adalah, penyebaran penyakit ini tak banyak dipahami. Jadilah stigma.Bahkan mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit ini pun masih menanggung banyak beban dari mitos salah kaprah hingga stigma karena ketidakpahaman atas kusta.Namun, selalu ada orang-orang yang membuktikan diri tak patah diterpa cobaan sakit yang bahkan meninggalkan penanda kasat mata berupa kecacatan seperti kusta.Sebaliknya, selalu ada juga orang-orang tanpa penyakit ini yang mau bersuara bahkan menciptakan jembatan-jembatan kesempatan bagi para penderita dan mantan penderita kusta.Selawas itu usia keberadaan penyakit kusta menghinggapi manusia. Saking misteriusnya, kusta banyak dilekati mitos.Namun, saking lawasnya juga penyakit ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada saat ini menempelkan label penyakit tropis yang terabaikan. Ada, tetapi tak lagi jadi perhatian.Yang lalu tersisa adalah stigma. Masyarakat yang sebenarnya tak banyak tahu soal penyakit ini cenderung jijik, berjarak, dan menjauhi. Termasuk, kepada penderita dan mantan penderita kusta.Bahkan sampai sekarang, konsepsi populer soal kusta masih banyak dipengaruhi oleh gambaran dalam Alkitab dan abad pertengahan. Kerangka tertua yang diduga kuat milik penderita kusta, sejauh ini ditemukan di kawasan Balathal, India. Tepatnya 40 kilometer di timur laut Udaipur, negara bagian Rajasthan.Berdasarkan riset gwen robbins dan kawan-kawan uji karbon atas termuan dari penggalian pada kurun 1994-1997 tersebut mendapati perkiraan asal kerangka adalah masa 2000-2500 SM. Artinya, usia kerangka setidaknya 4.000 tahun.Namun, uji genetika memperkirakan penyakit ini sudah diderita manusia sejak 100.000 tahun yang lalu. Sebarannya pun tak terbatas di benua atau ras tertentu.Vektor penyebaran yang pernah disebutkan untuk penyebaran kusta mulai dari rubah merah untuk kasus di Inggris hingga buaya di Afrika. Adapun penyebaran antarbenua juga dikaitkan dengan sejarah invasi antarbangsa.Misal, penyebaran kusta dari Asia ke Eropa diperkirakan bersamaan era dengan ekspansi kekuasaan Alexander Agung di kisaran 400 SM. Referensi tertulis tertua untuk kusta diduga ada dalam Atharva Veda, teks suci Hindu yang disusun sebelum milenium pertama SM. Seperti dikutip dari Kabarberita edisi 26 Mei 2009, di dalam Atharva Veda terdapat satu set nyanyian dalam bahasa Sanskerta yang menggambarkan masalah kesehatan, penyebab, dan perawatan yang tersedia pada masa India kuno.Sebelum ada temuan kerangka dari Balathal, kerangka sebelumnya dengan ciri penderita kusta ditemukan di Mesir dan Thailand dengan perkiraan asal waktu 300-400 SM.