Thursday, 17 October, 2019

Politikus Gerindra Yang Terjerat Kasus Pemalsuan Ijazah Ajukan Penangguhan Tahanan


Politikus Gerindra Yang Terjerat Kasus Pemalsuan Ijazah Ajukan Penangguhan Tahanan

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra Abdul Kadir mengajukan permohonan untuk penangguhan penahanan kepada penyidik dari Polres Probolinggo.

Kadir sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan pemalsuan ijazah.

“Hari ini kami mengajukan surat permohonan penangguhan terkait penahanan Mas Kadir. Semoga dikabulkan oleh pihak penyidik,” kata kuasa hukum Kadir, Husnan Taufik.

Husnan menjamin kliennya akan tetap bersikap kooperatif dalam semua proses hukum yang tengah berlangsung di Polres Probolinggo.

Politikus Gerindra Yang Terjerat Kasus Pemalsuan Ijazah Ajukan Penangguhan Tahanan

“Beliau pastinya akan kooperatif terutama dengan status beliau sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo sehingga harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Kami sebagai kuasa hukum yakin beliau tidak akan menghilangkan barang bukti ataupun menghambat penyidikan,” kata Husnan.

Pihak Kadir sekaligus menyampaikan apresiasi untuk pihak kepolisian yang menurutnya telah memberikan kepastian hukum.

Walaupun begitu, pihak Kadir meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini termasuk pihak yang membuat ijazah.

“Apalagi sesungguhnya kan awalnya beliau tidak ingin maju dalam Pileg ini dikarenakan tidak memiliki ijazah,” kata Husnan.

“Akan tetapi seseorang dari unsur pimpinan partai mendorong dan menawarakan cara memperoleh ijazah Paket C dan dijamin aman. Jadi menurut kami Mas Kadir itu adalah korban,” lanjutnya.

Abdul Kadir yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan ijazah palsu. Dirinya langsung ditahan di Mapolres Probolinggo, Jawa Timur.

Kasatreskrim AKP Rizki Santoso menjelaskan bahwa Kadir diperiksa dan langsung ditahan pada Jumat malam.