Wednesday, 20 November, 2019

Petrokimia Gresik Kembali Sosialisasikan Pemupukan Berimbang Kepada Petani


Petrokimia Gresik Kembali Sosialisasikan Pemupukan Berimbang Kepada Petani

Petrokima Gresik kembali melakukan kampanye dan sosialisasi kepada petani terkait dengan penggunaan pupuk yang berimbang. Sosialisasi ini dilakukan berbarengan dengan tanam padi perdana di lahan ujicoba atau demonstration plot di Desa Bedeng V, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

Direktur Pemasaran Petrokima Gresik, Digna Jatiningsih yang mewakili Dirut Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah upaya dari korporasi untuk menyambut musim tanam periode Oktober 2019 hingga Maret 2020.

“Adapun pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh kami adalah 5:3:2 yaitu 500 kg pupuk organik Petrogranik, 300 kg pupuk NPK Phonska Plus dan 200 kg pupuk Urea per hektare lahan padi. Serta pembenahan tanah Kapur Pertanian 1-2 ton per hektare untuk meningkatkan kadar pH tanah. Ini adalah formulasi pemupukan yang telah teruji sebagai yang paling efisien dan optimal,” jelas Digna.

Lebih lanjut Digna menjelaskan bahwa pemupukan berimbang ini merupakan hal yang sangat berguna dan penting untuk disosialisasikan kepada para petani ketika musim tanam tiba. Hal ini mengingat bahwa alokasi pupuk bersubsidi nasional sangat terbatas dan terdapat kecenderungan petani melakukan pemupukan yang berlebihan.

Petrokimia Gresik Kembali Sosialisasikan Pemupukan Berimbang Kepada Petani

“Kami harap dengan lahan percobaan ini para petani dapat melihat langsung hasilnya sehingga dapat mereka adopsi dalam tata cara penamanan dan pemupukan yang mereka miliki,” lanjut Digna.

Selain menggunakan pupuk organik, Petrokimia Gresik juga mendorong pemanfaatan pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan hara dari tanaman. Dalam hal ini adalah pupuk NPK Phonska Plus yang merupaakn pupuk jenis non-subsidi retail kemasan 25 kg yang telah diperkenalkan oleh Petrokima Gresik dari tahun 2016.

“Selain untuk memenuhi unsur hara penting yaitu phospor, nitrogen, kalium dan sulfur, Phonska Plus ini juga memiliki zat zink. Ini adalah unsur hara mikro yang tidak ditemukan pada pupuk Phonska bersubsidi,” jelas Digna.

Penambahan kandungan Zink pada Phonska Plus ini didasari pada temuan International Fertilizer Association atau IFA yang menyebutkan bahwa kondisi tanah Indonesia yang kekurangan Zink.

“Jadi Phonska Plus ini adalah solusi untuk masalah tanah Indonesia yang kekurangan Zink yang kami tawarkan kepada para petani. Selain dapat meningkatkan produktivitas, penggunaan Phonska Plus ini juga akan mengembalikan unsur hara zat Zink kedalam tanah yang saat ini kandungannya sangatlah minim,” jelas Digna.

NPK Phonska Plus menjadi alternatif pupuk NPK mengingat alokasi dari pupuk bersubsidi pada tahun 2019 telah berkurang dibanding tahun lalu.